Category:Other
"Hampir saja saya punya istri kedua". Eit, jangan marah dulu yah dengan judul diatas, khususnya teman-temanku di MP yang wanita. Coba dulu deh, kawan-kawan dan teman-teman baca kisahnya dibawah ini, baru dapat disimpulkan yah.

Memang sengaja saya naikkan kisah pengalaman dan catatan pribadi ini di Blog pribadi saya. Hal itu, tak lain hanyalah sebuah ekspresi diri atas rasa syukur pada Ilahi. Nah kawan, selamat menikmati catatan pribadi ”pangerans” ini.

Ceritanya, pagi itu, Senin tanggal 17 Juli 2006, ada pesan pendek (SMS) yang mampir di telepon genggam saya. Bunyinya pun tak asing lagi untuk saya, karena selama ini saya pun biasa mengerjakan kegiatan yang satu ini.

“Assalamualaikum ustadz Cecep. Gimana kabarnya? Saya mau minta tolong ke antum (baca; kamu/anda) untuk menemani saya taaruf (perkenalan). Bisa kan? Begitu bunyi SMS pagi ini yang saya terima dari seorang kawan dekat saya, namanya Cecep Permana, 29 tahun.

Maka, saya pun menjawab SMS yang masuk itu. “Alhamdulillah baik. Insya Allah saya bisa nemenin untuk taaruuf. Taaruf dengan siapa? Maka dijawab oleh teman saya, “Taaruf dengan keluarganya akhwat (baca; wanita). Bisa kan? Maka pertemuan dan janjian pun dilakukan antara saya dan teman saya itu.

Saat bertemu muka dengan Cecep Permana (kawan saya) di rumah kontrakan saya, maka meluncurlah pertanyaan dari saya. ”Memangnya kenapa antum (kamu) minta antar taaruf sama saya?,” tanyaku kepadanya. Maka, dijawablah sama kang Cecep Permana pertanyaan saya itu. ”Kata pembina saya di pengajian, saya diminta untuk menghubungi Pak Cecep (baca; Cecep Yusuf Pramana) untuk nemenin taaruf dengan keluarga akhwatnya (baca; wanitanya). Apalagi keluarga yang akan ditemui dari suku sunda, tepatnya dari daerah Sukabumi. Nah, makanya saya diminta ketemuan sama Pak Cecep (baca; Cecep Yusuf Pramana)

Singkat cerita, datanglah saya (Cecep Yusuf Pramana, 36 tahun) bersama kawan saya, Cecep Permana, 29 tahun, ke rumah keluarga sang calon. Namanya cukup singkat, Cendana. Dia biasa disapa Nana, usia 27 tahun, anak pertama dari 4 bersaudara. Ayahnya bernama Adi Sumpena, usia 52 tahun, sedangkan ibunya bernama Nuraini, 47 tahun. Mereka berdua berasal dari Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat.

Setelah sebelumnya, perkenalan singkat dilakukan oleh kami berdua bersama keluarganya Nana. Selanjutnya, obrolan pun dilanjutkan dengan perkenalan yang lebih mendalam dan menukik lebih tajam lagi. Saat perkenalan dengan keluarga Bapak Adi Sumpena dan Nana digulirkan, pertanyaan dan jawaban pun dilontarkan, baik oleh saya berdua (Cecep Yusuf Pramana dan Cecep Permana) maupun dari keluarga besar Nana.

Dari awal taaruf (perkenalan) dengan keluarga Nana hingga akhir, saya terus yang selalu diperhatikan, dilihat dan disapa, baik oleh keluarga besar Bapak Sumpena maupun Nana sendiri. Sedangkan, teman saya, Cecep Permana menurut kacamata pribadi ternyata termasuk ikhwan (baca; pria) yang pendiam, artinya dia tidak banyak bicara, bicara hanya seperlunya saja. Cecep Permana hanya menjawab apa yang ditanya saja, selain itu dia pun hanya diam seribu bahasa. “Dalam hati kecil, “kok yang mau nikah, diam saja yah,” ujarku.

Sedangkan saya (Cecep Yusuf Pramana), baik ditanya maupun nggak ditanya, terus saja mulut ini maunya bicara, nyerocos dan nggak mau berhenti. Maklum, karena saya bertemu dengan keluarga yaang ternyata masih kerabat jauh dari keluarga besar bapak saya. Makanya saya cocok dan pas saja untuk ngobrol dengan keluarga Pak Adi Sumpena.

Setelah hampir selama dua jam kami berdua taaruf dengan keluarganya Nana, ngobrol hingga prasmanan dan makan malam. Maka, jawaban dan hasil yang ditunggu-tunggu kami berdua meluncur dari orang tua, Nana sendiri serta keluarga besarnya.

Namun, kami berdua sangat kaget atas jawaban dari Pak Adi Sumpena dan Nana maupun keluarga besarnya, terutama saya sendiri, Cecep Yusuf Pramana. Apa dan kenapa saya terkejut mendengar penuturan keluarga besar Pak Adi Sumpena. Ceritanya, setelah kami berdua makan malam bersama mereka, lalu keluarga besar Nana memanggil kami berdua.

”Nak Cecep, (yang dimaksud saya, Cecep Yusuf Pramana) setelah kami sekeluarga dan Nana berbicara,” kata Pak Adi Sumpena sambil menengok ke keluarga besarnya termasuk Nana yang duduk di dekat sang ibundanya. ”Kami semua setuju, menerima nak Cecep (sambil melihat ke arah saya) menjadi calon menantu dan suami Nana,” lanjut Pak Adi Sumpena. ”Begitu pula dengan anak kami, Nana. Nana juga setuju jika nak Cecep (sambil melihat ke arah saya) jadi calon suaminya. Terus kapan nak Cecep (baca; Cecep Yusuf Pramana) akan datang bersama keluarga untuk khitbah (melamar) anak kami, Nana.

Nah, teman-teman, sampai disinilah kata-kata dari keluarga besarnya Nana yang membuat saya terkejut dan hampir berhenti detak jantung saya. Teman-teman MP, jika saja tidak saya ceritakan siapa dan yang mana yang akan jadi calon mantu dan suami Nana, maka saya pun akan menjadi calon suami dan mantu dari keluarganya Nana (hahahahahahahahaha...seandainya? namun saya tidak mau berandai-andai).

Begini ceritanya, teman-teman. Setelah ucapan Pak Adi Sumpena yang mewakili keluarga Nana berbicara, ”Kami semua setuju, menerima nak Cecep (sambil melihat ke arah saya) menjadi calon menantu dan suami Nana,” lanjut Pak Adi Sumpena. ”Begitu pula dengan anak kami, Nana. Nana, kata Pak Adi Sumpena setuju nak Cecep (sambil melihat ke arah saya) jadi calon suaminya. Makanya terasa ada yang ganjil dan aneh dari yang dibicarakan.

Sambil hati ini berdegup kencang, dag..dig..dug, dug..dig..dag, maka saya pun angkat bicara. ”Maaf pak Sumpena, yang dimaksud Cecep disini oleh bapak itu siapa yah?,” tanya saya kepada pak Adi Sumpena. Yang ditanya dan keluarganya pun tak kalah kebingungan, ketika saya bertanya demikian.

”Loh, kok nak Cecep bertanya seperti itu,” sergah Pak Adi Sumpena. ”Bukannya, nak Cecep ini (yang dimaksud saya, Cecep Yusuf Pramana) yang mau menikah dan jadi calon suami dari anak saya Cendana dan juga calon mantu saya,” lanjut Pak Adi Sumpena. Memangnya, nak Cecep (maksudnya Cecep Yusuf Pramana) jadi gak siap dan kurang cocok dengan anak saya, Nana.

Innalillahi...weeee...ladalah, ternyata calon mertuanya Cecep (baca; Cecep Permana, kawan saya) salah sangka dan gak tahu, kalau calon mantunya itu bukannya saya (Cecep Yusuf Pramana) tapi Cecep Permana, yang selama taaruf hanya diam saja, kecuali ditanya. Begitu pula dengan Cendana atau Nana yang salah sangka dan gak tahu. Ternyata, Nana juga hanya menerima biodata ikhwannya (baca; pria) dari pembinanya tanpa fotonya Cecep Permana.

Menurut Nana, dia hanya tahu nama yang akan taaruf dengannya bernama Cecep. Ehhhh...ternyata yang datang kehadapan keluarga besarnya, dua-duanya bernama Cecep. Sama-sama berjenggot dan cambang (baca; brewok), namun bedanya jenggot dan cambang saya tipis dan terawat, sedangkan kawan saya Cecep Permana, jenggot dan brewoknya cukup lebat. Nah, mungkin inilah yang membuat keluarga besar Nana maupun Nana sendiri melihat saya.

Menurut informasi dari Nana, pembinanya mengatakan, kalau yang namanya Cecep itu orangnya aktif bicara (baca; banyak ngomong...hehehehehe), juga orangnya simpatik, enak diajak ngobrol serta ehemmm..ganteng dan cakep (aduh..jadi grogi sendiri saya). Makanya Nana dan keluarga besarnya percaya dengan pembinanya. Dan ternyata, memang betul adanya yang terlihat, saat taaruf (perkenalan) berlangsung yang banyak bicara dan terlibat aktif adalah memang saya.

Jadilah mereka mengira saya lah (baca; Cecep Yusuf Pramana) calon suami Nana dan mantu dari keluarga Pak Adi Sumpena, ditambah lagi kawan saya Cecep Permana, memang ternyata tidak banyak bicara kecuali ditanya. Nah, teman-teman, jadilah kejadian itu membuat hati saya dag..dig..dug dan panas dingin dibuatnya (heheheheehehee..padahal sih...? Ya..ya..ya).

Setelah itu, saya angkat bicara. ”Maaf pak Sumpena sekeluarga, Ibu, uwak, mamang, bibi dan Nana. Sebenarnya yang akan menikah adalah kawan saya ini (sambil menunjuk Cecep Permana) bukan saya. Nah, saya hanya mengantar Cecep Permana saja untuk taaruf (perkenalan) dengan Bapak sekeluarga,” cerita saya kepada mereka. Sedangkan, saya sendiri sudah menikah dan punya 3 orang anak, sambil menceritakan nama anak pertama, kedua dan terakhir kepada keluarga besar Nana.

Nah teman-teman, jadi saya cukup kaget, ketika ditanya kapan nak Cecep (baca; Cecep Yusuf Pramana) akan datang bersama keluarga untuk khitbah (melamar) anak kami, Nana. Setelah saya jelaskan, bahwa yang akan menikah adalah Cecep Permana, kawan saya itu. Melalui pendekatan komunikasi yang optimal kepada keluarga besar Nana, akhirnya mereka pun setuju dengan Cecep Permana dengan ikhlas sebagai calon suami dari Nana dan mantu dari keluarga besar Pak Adi Sumpena.

”Nak Cecep (baca; Cecep yusuf Pramana), setelah kami bicarakan bersama keluarga, juga Nana, kami semua menerima dengan ikhlas nak Cecep Permana sebagai calon suami dari Nana. Namun, kami juga sekeluarga secara jujur menerima nak Cecep Yusuf Pramana jadi bagian keluarga kami,” tutur Pak Adi Sumpena. ”Itu juga jika nak Cecep mau dan bersedia,” tambahnya. ”Insya Allah, saya mau dan bersedia jika keluarga ini menganggap saya bagian dari keluarga besar Pak Sumpena,” ujar saya kepada mereka.

Nah, teman-teman, itulah sekelumit cerita pribadi saya dalam menemani acara taaruf seorang teman di daerah Cinere, Depok. Akhirnya, saya pun merasa lega, setelah peristiwa yang mengejutkan saya itu. Namun, tetap saja Pak Sumpena bercanda dan meledek kepada saya (setelah minta izin ke teman saya Cecep Permana) dengan kata-kata, ”Kalau tadi saya nggak keliru, jika nak Cecep belum menikah, kira-kira kalau saya ajukan nak Cecep dengan anak saya Nana, nak Cecep bersedia gak? Waaaahhhhhhhhhh.....saya jawab saja dalam hati ini...yah mau donk, kalau belum menikah sih (hehehehehehe).

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai dan merindukan Allah (mudah-mudahan ada pada pasangan Cecep Permana dan Cendana). Pernikahan mereka nantinya, bukanlah semata-mata pertemuan dua insan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedang meniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai.

Itulah mereka yang telah mewujudkan pernikahan ruhani. Yang selama ini terngiang-ngiang dibenak mereka berdua terjawab sudah “Kalau kita berkualitas di sisi Allah, pasti yang akan datang juga seorang (jodoh untuk kita) yang berkualitas pula.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula engkau peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikanlah wanita atas dasar Diennya (agamanya). Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)

Firman Allah SWT, “Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. (QS An Nisaa’: 3)

Nah, teman-teman, jika kita tidak bisa dan takut tidak akan dapat berlaku adil, maka nikahi (kawini) seorang saja. Bagaimana pendapat dan sharing teman-teman mengenai hal ini.



116 CommentsChronological   Reverse   Threaded
ardhanamesvari wrote on Jul 26, '06
duuuh..bingung bacanya namanya cecep semua :)
niken97 wrote on Jul 26, '06
hmmmm....
hmmmm.....

hihiihi....
*bedanya cumaper-dgn pra-*
woesoe wrote on Jul 26, '06
Hehehe.. habisnya namanya sama sih.. makanya yang didatangi juga bingung kali Pak hehehe :-)
pangerans wrote on Jul 26, '06
duuuh..bingung bacanya namanya cecep semua :)
wahhhh..ndak usah bingung atuh mba....yang asli punya blog ini yah Cecep Yusuf Pramana
pangerans wrote on Jul 26, '06
niken97 said
hmmmm....
hmmmm.....

hihiihi....
*bedanya cumaper-dgn pra-*
iyah cuma Pramana dan Permana ajah
defathya wrote on Jul 26, '06
yah...sy msh muda u/ kisah setinggi ini...
kynya pendapat sy adalah...ya gitu deh (^_^) hi3x
pangerans wrote on Jul 26, '06
woesoe said
Hehehe.. habisnya namanya sama sih.. makanya yang didatangi juga bingung kali Pak hehehe :-)
mungkin mba juga bingung kali yah. wong saya ajah ikut bingung..hehehehehehehehe
pangerans wrote on Jul 26, '06
yah...sy msh muda u/ kisah setinggi ini...
kynya pendapat sy adalah...ya gitu deh (^_^) hi3x
yang muda kan bukan berarti gak bisa gaya...hik..hik..hik
patrialdi wrote on Jul 26, '06
namanya bisa mirip bgt yah...
rikaadinda wrote on Jul 26, '06
hahaha... untung pak cecep Yusuf Permana bukan tipe yang main embat 'prospek' orang, jadinya temen pak cecep yang namanya cecep juga akhrinya menemukan tambatan hatinya walaupun stlh proses yang bikin deg-deg plas hehehe
defathya wrote on Jul 26, '06
Pak..pernikahan itu adalah level paling tinggi yg blum sy tatap, "silau" bgtz
abis enaknya tuh aksi, kuliah, organisasi, ngajar, n maen playsyaiton he3x
..pokoknya sy suka bgtz being alive like this DULU (ya entah 3 taun ke depan)
peduli wrote on Jul 26, '06
Makasih Pak atas sharingnya. Alhamdulillah, pagi2 sudah bisa tertawa membaca kisah ini. Semoga Pak Cecep Permana dan Pak Cecep Pramana dikaruniai keluarga yg sakinnah, mawaddah, wa rahmah, amiin [-o<
pangerans wrote on Jul 26, '06
namanya bisa mirip bgt yah...
mirip banget sih juga nggak teh...tapi memang jadi bingung yah
arifien wrote on Jul 26, '06
Wa..sharingnya boleh juga nih..
secara aku jg masih harus banyak belajar...
neraandianti wrote on Jul 26, '06
Walah... sebagai kaum wanita, melihat judulnya saya hampir manyun. Tapi begitu baca semuanya... kembali deh kebentuk semula he he he....

Saya setuju, kalau memang ngga bisa berlau adil... mending cukup seorang saja dan fokus untknya.... ini mungkin bukan saya saja satu2nya wanita yang menghendaki demikian. Tapi insyaallah kebanyakan kaum wanita ingin menjadi satu-satunya pendamping bagi belahan hati. Kalo satu kursi untuk banyak wanita jadi sempit.... Kecuali kursinya bangku kayu yang panjang... he he. Bukannya ngga mau surga loh mas Cecep...
pangerans wrote on Jul 26, '06
hahaha... untung pak cecep Yusuf Permana bukan tipe yang main embat 'prospek' orang, jadinya temen pak cecep yang namanya cecep juga akhrinya menemukan tambatan hatinya walaupun stlh proses yang bikin deg-deg plas hehehe
waduh si mba nya ini, pake bahasa embat "prospek", iyah yah...deg-deg kan juga hati ini
pangerans wrote on Jul 26, '06
Pak..pernikahan itu adalah level paling tinggi yg blum sy tatap, "silau" bgtz
abis enaknya tuh aksi, kuliah, organisasi, ngajar, n maen playsyaiton he3x
..pokoknya sy suka bgtz being alive like this DULU (ya entah 3 taun ke depan)
nanti kalau mau nikah undang saya loh....
pangerans wrote on Jul 26, '06
peduli said
Makasih Pak atas sharingnya. Alhamdulillah, pagi2 sudah bisa tertawa membaca kisah ini. Semoga Pak Cecep Permana dan Pak Cecep Pramana dikaruniai keluarga yg sakinnah, mawaddah, wa rahmah, amiin [-o<
amien..bu kosi, hatur nuhun atas doanya. Yah memang nama Cecep pasaran gituh deh..hehehhehe
pangerans wrote on Jul 26, '06
arifien said
Wa..sharingnya boleh juga nih..
secara aku jg masih harus banyak belajar...
wah mas arifien ini loh..merendah ajah, saya juga masih harus terus belahar kang. hatur nuhun
pangerans wrote on Jul 26, '06
Walah... sebagai kaum wanita, melihat judulnya saya hampir manyun. Tapi begitu baca semuanya... kembali deh kebentuk semula he he he....

Saya setuju, kalau memang ngga bisa berlau adil... mending cukup seorang saja dan fokus untknya.... ini mungkin bukan saya saja satu2nya wanita yang menghendaki demikian. Tapi insyaallah kebanyakan kaum wanita ingin menjadi satu-satunya pendamping bagi belahan hati. Kalo satu kursi untuk banyak wanita jadi sempit.... Kecuali kursinya bangku kayu yang panjang... he he. Bukannya ngga mau surga loh mas Cecep...
hehehehheheheehehe....ah si mba inih mah bisa saja loh. hatur nuhun
ariowicak wrote on Jul 26, '06
walah2..
ngebaca judulnya kirain mau poligami Kang... ;p
ternyata.. hanya kesalahpahaman di keluarga calon istri...
hhhmmm...
btw.. masih cukup satu kan Kang..??
atau ada rencana nambah lagi nich..
tapi inget.. harus bisa adil... (it's the hardest part.. coz we're just merely humans...)
arifien wrote on Jul 26, '06
wah mas arifien ini loh..merendah ajah, saya juga masih harus terus belahar kang. hatur nuhun
tapi saya paling suka membaca wacana2 dari orang yg memang berpengalaman..
jadi ntar bisa nambah bahan2 omongan kali ngobrol ma temen2..
hehehee...
pangerans wrote on Jul 26, '06
walah2..
ngebaca judulnya kirain mau poligami Kang... ;p
ternyata.. hanya kesalahpahaman di keluarga calon istri...
hhhmmm...
btw.. masih cukup satu kan Kang..??
atau ada rencana nambah lagi nich..
tapi inget.. harus bisa adil... (it's the hardest part.. coz we're just merely humans...)
wah..wah..kebawa arus judul juga yaah si akang ini...seru yah..hatur nuhun
ical792004 wrote on Jul 26, '06
waduh...saya terkesima, aduh Pak Ustadz saya juga pingin di temenin..atuh...

*jadi pingin japri*

konsultasi tentang banyak hal..:)
pangerans wrote on Jul 26, '06
waduh...saya terkesima, aduh Pak Ustadz saya juga pingin di temenin..atuh...

*jadi pingin japri*

konsultasi tentang banyak hal..:)
waduh...kok jadi japri nih...langsung ajah telp....email....(hehehehehehehehehe). jika bisa saya jawab..akan saya jawab sebisa sayah. boleh juga minta ditemenin
annidalucu wrote on Jul 26, '06
subhanallah..kumaha tanggapan istri sewaktu tau cerita ini? :D
pangerans wrote on Jul 26, '06
subhanallah..kumaha tanggapan istri sewaktu tau cerita ini? :D
wah..mba, sebelum saya tulis catatan pangeran ini, saya ceritakan dulu ke istri...eh istri malah ngakak (baca; ketawa terbahak-bahak)..yeeeee..emangnye lucu. eh kata istri saya mah bilang..coba jadian yah..tambah seruh (??????????????????....pusing aku)
bibo wrote on Jul 26, '06
Harusnya waktu memperkenalkan diri jangan pake nama cecep pramana, tapi pake nama gaulnya dong...'cepypram'...
he...he....

*untunglah nama kita beda, jadi aman dong kalau.....
dtsiq wrote on Jul 27, '06
Biasanya sih laki2 kalo yang gini ngga nolaaak...
zee2 wrote on Jul 27, '06
SATU AJA!! :)
fairylup wrote on Jul 27, '06
Waaaahhhhhhhhhh.....saya jawab saja dalam hati ini...yah mau donk, kalau belum menikah sih (hehehehehehe).
hiiiii....jadi nyesel nih dah nikah??? ntar bilangin looo, ama bu putri (pasangan pangeran), hehehe...
salam kenal ya pak pangerans
agne5 wrote on Jul 27, '06
Adil ukuran manusia sama Allah itu beda... manusia cuma bisa BERUSAHA UNTUK ADIL... sedangkan keadilan yang sempurna cuma milik Allah... makanya laki2 kalau mau menikah lagi yakinin dulu dirinya sendiri bisa adil nggak... kalau adil yang sifatnya kasat mata, bisa dilihat dan diukur sih masalah gampang... yang susah itu adil dalam perasaan dan pikiran... ^_^... dan yang pasti laki2 yang istrinya lebih dari satu itu punya tanggung jawab yang jauh lebih besar disisi Allah dibanding yang istrinya satu... nah sanggup nggak memikul tanggung jawab yang lebih besar ini...??? Laki-laki punya keistimewaan dengan boleh memiliki istri lebih dari satu... tapi bersama itu besar pula pertanggung jawaban yang akan diminta oleh Allah ^_^
reipras94 wrote on Jul 27, '06
harusnya saat itu mas cepy jangan pake nama cecep....pake nama pangerans donk...jadinya gak ketuker hehehehehehe.......*pernah juga anterin temen untuk taaruf*
mayani wrote on Jul 27, '06
hehehe..kocak juga ceritanya. untung keluarga nana langsung nerima..kalo keukeh mau sama yg ini (red:mau dipoligami) kan pusiiingg ..hayooo :D.
aishliz wrote on Jul 27, '06
jadi bahan pertimbangan tulisannya :)
ayankcantiq wrote on Jul 27, '06
kata "hampir" itu, berarti udah ada niat poligami dunks ya...:)
verafun wrote on Jul 27, '06
wah..wah.....
dessysetyawati wrote on Jul 27, '06
Terus kapan nak Cecep (baca; Cecep Yusuf Pramana) akan datang bersama keluarga untuk khitbah (melamar) anak kami, Nana.
Untung Pak Cecep masih ingat istri anak tersayang di rumah....
nadnuts wrote on Jul 27, '06
hahahahaaaaaaaaaaaaaa...ngikik gak karuan nih di kantor jadinya...

sampe promosi ke temen sekantor suruh baca abis lucu...bikin seger di sore hari...

Thanks Kang Cecep...
luvhoney wrote on Jul 27, '06
pak, asaya punya temen namanya 'cecep' jg, wah bisa jadi sarana mendapatkan 'istri ketiga' neh... (hihih.. ;-) )
utheyabdullah wrote on Jul 27, '06
namanya mirip banget, wajahnya mirip juga gak ya , mas?
pangerans wrote on Jul 27, '06
bibo said
Harusnya waktu memperkenalkan diri jangan pake nama cecep pramana, tapi pake nama gaulnya dong...'cepypram'...
he...he....

*untunglah nama kita beda, jadi aman dong kalau.....
harusnya..memang gak pake nama cecep yah..Om, tapi pake nama Bibo....(hua..hahahahahahaha)
pangerans wrote on Jul 27, '06
dtsiq said
Biasanya sih laki2 kalo yang gini ngga nolaaak...
hehehehehehehe...si mba bisa ajah. tapi yang satu ini...nolak mba...(kasiah deh..)
pangerans wrote on Jul 27, '06
zee2 said
SATU AJA!! :)
hehheheehehehehehe...kan dikasihnya sampe 4.....tapi.......kalau gak bisa berbuat adil...sih....yahhhhhhhhh???????
pangerans wrote on Jul 27, '06
hiiiii....jadi nyesel nih dah nikah??? ntar bilangin looo, ama bu putri (pasangan pangeran), hehehe...
salam kenal ya pak pangerans
iyah...kalau masih bujangan alias jomblo sih..pasti deh gak nolak mba. cuman kasihan sama temen saya yang satu lagih dunk
pangerans wrote on Jul 27, '06
agne5 said
Adil ukuran manusia sama Allah itu beda... manusia cuma bisa BERUSAHA UNTUK ADIL... sedangkan keadilan yang sempurna cuma milik Allah... makanya laki2 kalau mau menikah lagi yakinin dulu dirinya sendiri bisa adil nggak... kalau adil yang sifatnya kasat mata, bisa dilihat dan diukur sih masalah gampang... yang susah itu adil dalam perasaan dan pikiran... ^_^... dan yang pasti laki2 yang istrinya lebih dari satu itu punya tanggung jawab yang jauh lebih besar disisi Allah dibanding yang istrinya satu... nah sanggup nggak memikul tanggung jawab yang lebih besar ini...??? Laki-laki punya keistimewaan dengan boleh memiliki istri lebih dari satu... tapi bersama itu besar pula pertanggung jawaban yang akan diminta oleh Allah ^_^
wahhh..mba, satu ajah tanggung jawab dan sisi adilnya masih belum bisa....apalagih....kesekian...
pangerans wrote on Jul 27, '06
harusnya saat itu mas cepy jangan pake nama cecep....pake nama pangerans donk...jadinya gak ketuker hehehehehehe.......*pernah juga anterin temen untuk taaruf*
wahhh..gak seru nantinya....mas
pangerans wrote on Jul 27, '06
mayani said
hehehe..kocak juga ceritanya. untung keluarga nana langsung nerima..kalo keukeh mau sama yg ini (red:mau dipoligami) kan pusiiingg ..hayooo :D.
si Pangerans nya belum tentu mau mas, kecuali dulu belum menikah....hehehehehehehehehe. salam kenal
pangerans wrote on Jul 27, '06
aishliz said
jadi bahan pertimbangan tulisannya :)
pertimbangan..yang bagaimana yah mba? hatur nuhun, kalau mau di jadikan bahan pertimbangan catatan pribadi ini
pangerans wrote on Jul 27, '06
kata "hampir" itu, berarti udah ada niat poligami dunks ya...:)
waduh...mba...ayank yang cantik...heheheheheheheheheheheehe..ngerayu tuh. dalam hati saya mah belum ada niat seperti itu...hanya saja...????????
pangerans wrote on Jul 27, '06
verafun said
wah..wah.....
iyah..mba..wah..wah..wahhhhhh juga
pangerans wrote on Jul 27, '06
Untung Pak Cecep masih ingat istri anak tersayang di rumah....
iyah..yah..mba, untung saya tipe suami yang setia (cieeeeeeeeeeeeeee). hatur nuhun
pangerans wrote on Jul 27, '06
nadnuts said
hahahahaaaaaaaaaaaaaa...ngikik gak karuan nih di kantor jadinya...

sampe promosi ke temen sekantor suruh baca abis lucu...bikin seger di sore hari...

Thanks Kang Cecep...
hehehehheehe, hatur nuhun yah mba, kalau catatan pangerans ini..bisa jadi bahan yang seger untuk di kantor
pangerans wrote on Jul 27, '06
pak, asaya punya temen namanya 'cecep' jg, wah bisa jadi sarana mendapatkan 'istri ketiga' neh... (hihih.. ;-) )
wahhhh iyah tuh mba, boleh juga dikenalin dengan temannya yang bernama Cecep juga...hehehehehehehe, biar yang "ketiga". hatur nuhun, salam kenal
pangerans wrote on Jul 27, '06
namanya mirip banget, wajahnya mirip juga gak ya , mas?
namanya memang mirip mba, namun kalau wajah sih...kan mba sudah baca yahhhhh ceritanya..nah hayo siapa yang wajahnya.....????????????
nonot wrote on Jul 27, '06
Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya”. (QS An Nisaa’: 3)
Ceritanya menarik..terimakasih udah membagi cerita...:D
Ini sebenarnya udah jelas ya Pak Cecep Yusuf Pramana (biar gak salah lagi..) Tapi kenapa banyak laki-laki yang 'memaksakan' untuk mempunyai 2 istri atau lebih?
pangerans wrote on Jul 27, '06
nonot said
Ceritanya menarik..terimakasih udah membagi cerita...:D
Ini sebenarnya udah jelas ya Pak Cecep Yusuf Pramana (biar gak salah lagi..) Tapi kenapa banyak laki-laki yang 'memaksakan' untuk mempunyai 2 istri atau lebih?
benar mba, hanya saja banyak juga yang bisa berlaku adil bukan karena hawa nafsu, tapi banyak juga yang hanya karena hawa nafsu....teriam kasih juga sudah kasih sharing di blog saya
inci73 wrote on Jul 27, '06
hahaha... seru ceritanya Pak:-))
untung imannya masih kuat yak, klo enggak... wah... bisa tambah seru ceritanya:-))
kebayang deh cecep yang satu bisa gimana... gitu...:-))
pangerans wrote on Jul 27, '06
inci73 said
hahaha... seru ceritanya Pak:-))
untung imannya masih kuat yak, klo enggak... wah... bisa tambah seru ceritanya:-))
kebayang deh cecep yang satu bisa gimana... gitu...:-))
kok..tahu sih....sampe pulangnya..Cecep yang satunya lagi gak percaya kalau dia diterima sama keluarga wanitanya. akad nikah sebelum Ramadhan
hamasahputri wrote on Jul 27, '06
Waduh Pak Cepy, tadinya saya males buka postingan ini, tapi akhirnya penasaran jg :D. Oiya, saya jg punya cerita...ada ikhwan yg mo taaruf, dianterin suami murabbiyah (baca = guru ngaji) saya. Tapi, murabbiyah saya ikutan nganter jg. Nah, habis ngobrol2, keluarga akhwat yang ditunjuk (yang dikira n diharapkan) suami murabbiyah saya. Walah...gak kebayang dech gmn perasaan murabbiyahku saat itu :-( Laen kali musti hati2 ya...kasian jg kalo jd ada yg berandai2..hiks :-)
bambangpriantono wrote on Jul 27, '06
Wah-wah....penasaran sih tapi kayaknya seru juga. Salah orang bisa fatal lho..hehehehehe
Thx buat pelajarannya
pangerans wrote on Jul 27, '06
Waduh Pak Cepy, tadinya saya males buka postingan ini, tapi akhirnya penasaran jg :D. Oiya, saya jg punya cerita...ada ikhwan yg mo taaruf, dianterin suami murabbiyah (baca = guru ngaji) saya. Tapi, murabbiyah saya ikutan nganter jg. Nah, habis ngobrol2, keluarga akhwat yang ditunjuk (yang dikira n diharapkan) suami murabbiyah saya. Walah...gak kebayang dech gmn perasaan murabbiyahku saat itu :-( Laen kali musti hati2 ya...kasian jg kalo jd ada yg berandai2..hiks :-)
wah....seandainya?????????? oh..apa itu
pangerans wrote on Jul 27, '06
Wah-wah....penasaran sih tapi kayaknya seru juga. Salah orang bisa fatal lho..hehehehehe
Thx buat pelajarannya
memang harus penasaran mas bacanya....hatur nuhun yah
bambangpriantono wrote on Jul 27, '06
Dha-padha...:)
pangerans wrote on Jul 27, '06
Dha-padha...:)
dha..padha..apa mas mas bambang? padha nikeh atau jomblo
im4y wrote on Jul 27, '06
hahahaa.. lucu...
makana.. besok lagi, klo nemenin ta'arufan gitu, kenalin dulu secara detail.. dunk, biar ga kliru :P
bambangpriantono wrote on Jul 27, '06
dha..padha..apa mas mas bambang? padha nikeh atau jomblo
Dha-padha = sama-sama
(isengmakebasamaduradotcom) hehehehe
pangerans wrote on Jul 27, '06
im4y said
hahahaa.. lucu...
makana.. besok lagi, klo nemenin ta'arufan gitu, kenalin dulu secara detail.. dunk, biar ga kliru :P
iyahhh deh...siapa lagi yah yang minta ditemenin taaruf....ayo daftar....
im4y wrote on Jul 27, '06
iyahhh deh...siapa lagi yah yang minta ditemenin taaruf....ayo daftar....
ga brani ndaftar ahhh.. hihii..
pangerans wrote on Jul 27, '06
im4y said
ga brani ndaftar ahhh.. hihii..
maksudnya...yang pria, bukan wanitanya...waduh, kalau yang wanitanya...sih..bisa runyam saya...hehehehehehehe, hatur nuhun mba
wikan wrote on Jul 27, '06
lain kali kalau nganterin temen yang mau taaruf yang namanya cecep juga, musti dijelasin dari awal siapa yang mau mengkhitbah biar gak salah sangka
pangerans wrote on Jul 27, '06
wikan said
lain kali kalau nganterin temen yang mau taaruf yang namanya cecep juga, musti dijelasin dari awal siapa yang mau mengkhitbah biar gak salah sangka
heheheheheheheehehehe...saking groginya...temanku itu gak ngenalin...hehehehehehehe
wikan wrote on Jul 27, '06
emang dulu pak cecep mengkhitbah istri sendiri bagaimana? bisa cerita? (apakah grogi juga? he he ...)
im4y wrote on Jul 27, '06
maksudnya...yang pria, bukan wanitanya...waduh, kalau yang wanitanya...sih..bisa runyam saya...hehehehehehehe, hatur nuhun mba
hitulah.. makanya ga brani hehee.. sami2.. :)
pangerans wrote on Jul 27, '06
wikan said
emang dulu pak cecep mengkhitbah istri sendiri bagaimana? bisa cerita? (apakah grogi juga? he he ...)
yah..aman-aman sajah...ceritanya nanti saja yah...gak grogi, bisa 100 halaman lebih...(hahahahahahahaha)
fetryz wrote on Jul 27, '06, edited on Jul 27, '06
He he... Ya Rabb, saya sampai ketawa baca cerita ustadz =)...
Lucu... (orang sunda, orang sunda (iya kan???).. saya juga maksudnya..^_^)..

Subhanalloh untuk hadist:

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula engkau peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikanlah wanita atas dasar Diennya (agamanya). Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)

Sunnah Rasul memang nyata penerapannya... Subhanalloh.... =)



ddrani wrote on Jul 27, '06
hahahahaa.........lucu amat siiihhhh........ lagian kok ya temennya kang Cecep itu (si calon menantu) diem aja... jadi salah sangka deh tuh. thanks ya dah sharing :D. salam kenal - mamaFaiz
pangerans wrote on Jul 27, '06
fetryz said
He he... Ya Rabb, saya sampai ketawa baca cerita ustadz =)...
Lucu... (orang sunda, orang sunda (iya kan???).. saya juga maksudnya..^_^)..

Subhanalloh untuk hadist:

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Janganlah engkau peristrikan wanita karena hartanya, sebab hartanya itu menyebabkan mereka sombong. Dan jangan pula engkau peristrikan wanita karena kecantikannya, karena boleh jadi kecantikannya itu dapat menghinakan dan merendahkan martabat mereka sendiri. Namun peristrikanlah wanita atas dasar Diennya (agamanya). Sesungguhnya budak hitam legam kulitnya tetapi Dienya lebih baik, lebih patut kamu peristrikan“. (HR. Bukhori)

Sunnah Rasul memang nyata penerapannya... Subhanalloh.... =)



hatur nuhun..mba, tapi ketawanya jangan keterusan sampe berhari-hari yah....salam kenal
pangerans wrote on Jul 27, '06
ddrani said
hahahahaa.........lucu amat siiihhhh........ lagian kok ya temennya kang Cecep itu (si calon menantu) diem aja... jadi salah sangka deh tuh. thanks ya dah sharing :D. salam kenal - mamaFaiz
abis nama Cecep kan pasarannya tinggi (loh..??????) emangnyahhhhhh. salam kenal juga dari pangeran untuk keluarga
karitasurya wrote on Jul 28, '06
lol ;) lucu juga pengalamannya Pak! wah, saya hrs ancang2 nih nanti kalo ta'aruf jangan sampe timbul kasus kaya gini lageh he..he..he..
pangerans wrote on Jul 28, '06
lol ;) lucu juga pengalamannya Pak! wah, saya hrs ancang2 nih nanti kalo ta'aruf jangan sampe timbul kasus kaya gini lageh he..he..he..
ehhhhh iyah mba....hati-hati juga yah
dmiranti wrote on Jul 29, '06
wah lucu banget ... abis namanya sama seperti pinang dibelah kampak hahaha :p .... Cecep Permana dengan Cecep Pramana ..... :)
pangerans wrote on Jul 29, '06
wah lucu banget ... abis namanya sama seperti pinang dibelah kampak hahaha :p .... Cecep Permana dengan Cecep Pramana ..... :)
kok..seperti dibelah kampak mba? kan saya seperti dibelah duren....loh???? hatur nuhun mba
inimona wrote on Jul 30, '06
ha...ha...ha...ha...ternyata...
pangerans wrote on Jul 30, '06
inimona said
ha...ha...ha...ha...ternyata...
heheheheheheheehe...ini mona nek? salam kenal balik yah mba
thedreamland wrote on Jul 31, '06
wahhh... namanya cecep semua...
wajahnya jg mirip ya...
btw, jangan2 ada niat poligami ya
*nglirik judulnya*
pangerans wrote on Jul 31, '06
wahhh... namanya cecep semua...
wajahnya jg mirip ya...
btw, jangan2 ada niat poligami ya
*nglirik judulnya*
wah kalau ada niat poligami sih belum ada di hati yah mba...
kangdewa wrote on Jul 31, '06
heheheheheheheheehee...jadi mau nyari lagi yang kelima...D:)))))))
pangerans wrote on Jul 31, '06
Haaaaaaaaa....yang kelima? kedua ajah masih tanda tanya?
abhicom2001 wrote on Aug 3, '06
hahahahaha...mangkanya tuh nama jgn samaan juga, jd bikin liuer hahahah =))
kanghadi wrote on Aug 3, '06
hahahaha... mungkin lain kali harus disertakan photo ya, biar tidak salah liat. Alhamdulillah keluarga akhwatnya mau menerima cecep yang satu lagi. kalo tidak kan bisa panjang urusannya, ya kang. dimaklumlah, pan nama cecep teh identik dengan orang sunda. jadi kaharti lah kalo bisa salah tunjuk. hehehe...