Blog EntryRenungan untuk Para Wanita dan Lelaki Aug 8, '06 3:58 AM
for everyone

Jangankan lelaki biasa, Nabi pun terasa sunyi tanpa wanita. Tanpa mereka, hati, pikiran, dan perasaan lelaki pun akan resah. Masih mencari, walaupun sudah ada segala-galanya. Apalagi yang tidak ada di syurga, namun Nabi Adam a.s. tetap merindukan Siti Hawa.

 

Kepada wanitalah lelaki memanggil ibu, istri ataupun puteri. Dijadikan mereka dari tulang rusuk yang bengkok untuk diluruskan oleh lelaki, tetapi kalau lelaki sendiri yang tidak lurus (baca; bengkok), tidak mungkin mampu hendak meluruskan mereka.

 

Tak logis memang, kayu yang bengkok menghasilkan bayang-bayang yang lurus. Luruskanlah wanita dengan cara petunjuk Allah SWT, karena mereka diciptakan begitu rupa oleh Allah. Didiklah mereka dengan panduan dari-Nya.

 

Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, maka kenalkanlah mereka kepada Allah, Dzat yang kekal. Disitulah kunci utamanya.

 

Akal mereka setipis rambutnya, maka tebalkan dengan ilmu. Hati serapuh kaca, maka kuatkanlah dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, maka hiasilah dengan akhlak mulia. Suburkanlah karena dari situlah nanti mereka akan nampak penilaian dan keadilan Allah. Akan terhibur dan berbahagialah mereka, walaupun tidak jadi ratu cantik dunia, presiden ataupun perdana mentri negara ataupun women gladiator.

 

Bisikkanlah ke telinga mereka, bahwa kelembutan bukan suatu kelemahan diri. Hal itu bukanlah diskriminasi Allah SWT. Sebaliknya, disitulah kasih sayang Allah padanya, karena dari rahim wanita yang lembut itulah yang mengandungkan laki-laki berwajah negarawan, karyawan, jutawan dan wan-wan lainnya.

 

Tidak akan lahir “Superman” tanpa “Superwoman”. Wanita yang lupa hakikat kejadiannya, pasti tidak terhibur dan tidak menghiburkan. Tanpa ilmu, iman dan akhlak, mereka bukan saja tidak bisa diluruskan, bahkan mereka sendiri pula yang membengkokkan.

 

Lebih banyak lelaki yang dirusakkan oleh perempuan, daripada perempuan yang dirusakkan oleh lelaki. Sebodoh-bodohnya seorang perempuan, bisa menundukkan sepandai-pandainya seorang lelaki. Itulah akibatnya apabila wanita tidak kenal Tuhannya.

 

Mereka tidak akan kenal diri mereka sendiri, apalagi mengenal lelaki. Kini, bukan saja banyak boss telah kehilangan sekretarisnya, bahkan anakpun akan kehilangan ibu, suami kehilangan istri dan bapak akan kehilangan putrinya.

 

Bila seorang wanita durhaka, dunia akan huru-hara. Bila tulang rusuk patah, rusaklah jantung, hati dan limpa. Dan, wahai para lelaki, jangan hanya mengharapkan ketaatan dari seorang wanita, namun binalah kepemimpinan dalam dirinya terlebih dahulu. Pastikan, sebelum memimpin wanita menuju Allah, pimpinlah diri sendiri terlebih dahulu kepadaNya. Jinakkanlah diri menuju Allah, niscaya jinaklah segala-galanya dibawah pimpinan kita. Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah, jika pribadi belum lagi seperti Ali bin Abi Thalib. Wallahualam Bishawwab.

 

 


38 CommentsChronological   Reverse   Threaded
pangerans wrote on Aug 8, '06
renungan ini berlaku juga untuk saya lho
akmal wrote on Aug 8, '06
hehehe....
pangerans wrote on Aug 8, '06
akmal said
hehehe....
wah kok mas akmal tertawa yah...ada yang lucu yah
akmal wrote on Aug 8, '06
hohohoho...
hihihihi...
hahahaha...
huhuhu...

:D
tianarief wrote on Aug 8, '06
renungan ini berlaku juga untuk saya lho
berarti untuk semua orang dong (umat manusia). :D
syifa95 wrote on Aug 8, '06
renungan yang baguss pak

makasih
b1da2ri wrote on Aug 8, '06
"Sebodoh-bodohnya seorang perempuan, bisa menundukkan sepandai-pandainya seorang lelaki" <-- hahahhaaks.. ada lagunya tuuuh.... "namun adakala pria tak berdaya, tekuk lutut disudut kerling wanita... ^.^

reipras94 wrote on Aug 8, '06
makasih ustad.......
sandrabuanasari wrote on Aug 8, '06
Jangan coba menjinakkan mereka dengan harta, nanti mereka semakin liar. Jangan hibur mereka dengan kecantikan, nanti mereka semakin menderita. Yang sementara itu tidak akan menyelesaikan masalah, maka kenalkanlah mereka kepada Allah, Dzat yang kekal. Disitulah kunci utamanya.
Wah renungannya bagus mas minta ijin aku copy ya... tapi dilingkungan aku aja masih banyak wanita yg ingin dihibur dengan kecantikan dan dijinakkan dengan harta.. :)
pangerans wrote on Aug 8, '06
Wah renungannya bagus mas minta ijin aku copy ya... tapi dilingkungan aku aja masih banyak wanita yg ingin dihibur dengan kecantikan dan dijinakkan dengan harta.. :)
sama-sama juga telah kunjungi blog saya. silahkan di copy
pangerans wrote on Aug 8, '06
berarti untuk semua orang dong (umat manusia). :D
betul sekali...deh
pangerans wrote on Aug 8, '06
syifa95 said
renungan yang baguss pak

makasih
sama-sama
pangerans wrote on Aug 8, '06
b1da2ri said
"Sebodoh-bodohnya seorang perempuan, bisa menundukkan sepandai-pandainya seorang lelaki" <-- hahahhaaks.. ada lagunya tuuuh.... "namun adakala pria tak berdaya, tekuk lutut disudut kerling wanita... ^.^

wah betul sekali tuh bidadari
pangerans wrote on Aug 8, '06
makasih ustad.......
sama-sama yah
bambangpriantono wrote on Aug 8, '06
Syukriya ey Ustad...
Renungannya bagus...
pangerans wrote on Aug 8, '06
Syukriya ey Ustad...
Renungannya bagus...
makasih juga mas bambang
bigbadrif wrote on Aug 8, '06
Jangan mengharap istri seperti Siti Fatimah, jika pribadi belum lagi seperti Ali bin Abi Thalib
hmmm yup kebanyakan terlalu berharap yang muluk2.. belum tentu seorang wanita seperti pantas buat seseorang yang jauh dari akhlak seorang ali bin abi thalib...
...aq sudah pantas belum ya *insya Alloh* :p..
pangerans wrote on Aug 8, '06
hmmm yup kebanyakan terlalu berharap yang muluk2.. belum tentu seorang wanita seperti pantas buat seseorang yang jauh dari akhlak seorang ali bin abi thalib...
...aq sudah pantas belum ya *insya Alloh* :p..
kira-kira udah belum yah mas?
elaelaela wrote on Aug 8, '06
mau dapet yg baik, perbaiki diri dulu ,,,gitu ya....

^_^" gitu ya, pak ustaz
pangerans wrote on Aug 8, '06
mau dapet yg baik, perbaiki diri dulu ,,,gitu ya....

^_^" gitu ya, pak ustaz
betul...betul..betul
bigbadrif wrote on Aug 8, '06
siip
defathya wrote on Aug 8, '06
...hayaatunaa bil iimaan
pangerans wrote on Aug 8, '06
...hayaatunaa bil iimaan
...hayaatunaa bil iimaan
laurakhalida wrote on Aug 8, '06
hmmm saya kurang setuju tuh masalah akal setipis rambutnya.....
pangerans wrote on Aug 8, '06
hmmm saya kurang setuju tuh masalah akal setipis rambutnya.....
mohon maaf, jika rangkaian kata-kata itu (saya pribadi) telah membuat kurang enak dibaca laurakhalida...sekali lagi mohon maaf,. bukan ingin merendahkan...tapi sekali hanya kata-kata yang kurang indah kali yah...ada usulan
aldiansyah wrote on Aug 9, '06
hmmm saya kurang setuju tuh masalah akal setipis rambutnya.....
Akal mereka setipis rambutnya, maka tebalkan dengan ilmu. Kayaknya, memang benar deh rangkuman untaian katanya, tidak ada yang salah. hal itu menggambarkan, bahwa rambut kita memang tipis, setipis benang, bukan setebal yang kita bayangkan.

Namun, kang cepy, telah meramu dengan kata-kata maaf nya, jika memang kurang berkenan di hati Laurakhalida...sunggu ungkapan hati yang tulus....selamat kang cepy, saya juga mendukung rangkaian kata-katanya, bukan untuk merendahkan kuam wanita....
agne5 wrote on Aug 9, '06
Nah, setuju ^_^, kalau mau meluruskan sesuatu, yang meluruskannya jangan bengkok huehehehe ^_^, jadi sebelum menuntut orang menjadi lurus coba lihat dulu perilaku sendiri, terimakasih Kang Cepy, tulisan yang sangat bagus ^_^
pangerans wrote on Aug 9, '06
agne5 said
Nah, setuju ^_^, kalau mau meluruskan sesuatu, yang meluruskannya jangan bengkok huehehehe ^_^, jadi sebelum menuntut orang menjadi lurus coba lihat dulu perilaku sendiri, terimakasih Kang Cepy, tulisan yang sangat bagus ^_^
sama-sama mba agnes
fetryz wrote on Aug 9, '06, edited on Aug 9, '06
Di balik lelaki besar, ada perempuan besar....
Seperti Khadijah bagi Muhammad SAW, Hajar bagi Ibrahim AS dan ISmail Hatta, sekalipun Maria Antoineta bagi Napoleon...
Atau Hillary bagi Bill Clinron....

Semoga dari rahim2 kita (perempuan, red.. Atau muslimah?) lahir perempuan dan lelaki besar... Yaitu pejuang2 bagi Islam dan Negara..
Amien....
pangerans wrote on Aug 9, '06
fetryz said
Di balik lelaki besar, ada perempuan besar....
Seperti Khadijah bagi Muhammad SAW, Hajar bagi Ibrahim AS dan ISmail Hatta, sekalipun Maria Antoineta bagi Napoleon...
Atau Hillary bagi Bill Clinron....

Semoga dari rahim2 kita (perempuan, red.. Atau muslimah?) lahir perempuan dan lelaki besar... Yaitu pejuang2 bagi Islam dan Negara..
Amien....
sangat betul sekali....bahkan Rasulullah sekalipun saat perjanjian hudaibiyah di bantu sang istri tercinta. amien
simplyndah wrote on Aug 9, '06
yeaaah
pangerans wrote on Aug 9, '06
yeaaah
maksudnya betul gituh
rostati wrote on Aug 9, '06, edited on Aug 9, '06
Akal mereka setipis rambutnya, maka tebalkan dengan ilmu. Hati serapuh kaca, maka kuatkanlah dengan iman. Perasaan mereka selembut sutera, maka hiasilah dengan akhlak mulia.
Sesaat terhentak membaca bagian ini, tapi setelah direnungkan memang benar adanya, dengan ilmu, iman, dan akhlak maka akan lahir perempuan sejati. Saya baru saja membaca catatan dari Neno Warisman yang juga menyuarakan peranan perempuan dan laki-laki:

"Aku memandang suamiku yang terpaku. Aku memandang
anakku yang tegak diam bagai karang tajam. Kupandangi
keduanya, berlinangan air mata. Aku tak boleh berputus
asa dari Rahmat-Mu, ya Allah, bukankah begitu?

Lalu kuambil tangan suamiku, meski kaku, kubimbing ia
mendekat kepada Ahmad. Kubawa tangannya menyisir
kepala anaknya, yang berpuluh tahun tak merasakan
sentuhan tangan seorang ayah yang didamba.

Dada Ahmad berguncang menerima belaian. Kukatakan di
hadapan mereka berdua, "Lakukanlah ini, permintaan
seorang yang akan dijemput ajal yang tak mampu
mewariskan apa-apa: kecuali CINTA. Lakukanlah, demi
setiap anak lelaki yang akan lahir dan menurunkan
keturunan demi keturunan. Lakukanlah, untuk sebuah
perubahan besar di rumah tangga kita !!, Juga di
permukaan dunia. Tak akan pernah ada perdamaian selama
anak laki-laki tak diajarkan rasa kasih dan sayang,
ucapan kemesraan, sentuhan dan belaian dari sang ayah,
bukan hanya pelajaran untuk menjadi jantan seperti
yang kalian pahami. Kegagahan tanpa perasaan.

Dua laki-laki dewasa mengambang air di mata mereka.
Dua laki-laki dewasa dan seorang wanita tua terpaku
di tempatnya. Memang tak mudah untuk berubah. Tapi
harus dimulai. Aku serahkan bayi Ahmad ke pelukan
suamiku. Aku bilang: "Tak ada kata terlambat untuk
mulai, Sayang."

Dua laki-laki dewasa itu kini belajar kembali.
Menggendong bersama, bergantian menggantikan popok
bayi Ahmad, pura-pura merancang hari depan si bayi
sambil tertawa-tawa berdua, membuka kisah-kisah lama
mereka yang penuh kabut rahasia, dan menemukan betapa
sesungguhnya di antara keduanya Allah menitipkan
perasaan saling membutuhkan yang tak pernah
terungkapkan dengan kata, atau sentuhan.

Kini tawa mereka memenuhi rongga dadaku yang sesak
oleh bahagia, syukur pada-Mu Ya Allah! Engkaulah
penolong satu-satunya ketika semua jalan tampak buntu.
Engkaulah cahaya di ujung keputusasaanku.

Tiga laki-laki dalam hidupku aku titipkan mereka di
tangan-Mu. Kelak, ya Allah, jika aku boleh bertemu
dengan Nabiku, aku ingin sekali berkata: Ya, Nabi, aku
telah mencoba sepenuh daya tenaga untuk mengajak
mereka semua menirumu!

(mohon maaf kalau sudah pernah di posting sebelumnya dan kalau kepanjangan)
laurakhalida wrote on Aug 9, '06
hmmm...iya aja deh...
pangerans wrote on Aug 27, '06
iyah...itu hanya bahasa kiasan (bukan berarti seperti itu). mohon maaf yahhhh kalau salah menuliskan kata-katanya...hatur nuhun
dheryudi wrote on Dec 7, '07
bagus banget...
boleh saya copy ngga mas??
pangerans wrote on Dec 7, '07
bagus banget...
boleh saya copy ngga mas??
silahkan mas
dheryudi wrote on Dec 7, '07
terima kasih...
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.