Blog EntryTuntunan Membina Rumah Tangga SamaraFeb 11, '08 11:36 PM
for everyone

"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu". (QS. An-nisa: 1).

 

Sakinah, mawaddah wa rahmah (Samara) adalah seuntai kata yang banyak didamba setiap keluarga. Tidak ada seorangpun di dunia ini yang melangkah membangun mahligai rumah tangga tanpa mengharapkan terwujudnya ketenteraman, cinta dan kasih sayang dalam rumah tangganya kelak.

 

Di surat An-Nisa ayat pertama diatas, mengandung pesan yang lebih khusus mengenai tuntutan sekaligus tuntunan membina rumah tangga samara.


Pertama, Taqwa dalam hal terkait dengan aspek Rububiyah. Bahwa Allah SWT. telah menciptakan semua makhluk termasuk manusia berikut pasangannya. Karena itu manusia tidak perlu galau dan gelisah dalam masalah jodoh, apalagi melakukan tindakan-tindakan yang tidak disukai Allah dan Rasul-Nya. Yang diperlukan adalah persiapan diri untuk menerima jodoh dari Allah sesuai kufu-nya pada saat itu.


"Maha suci Rabb yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik segala yang ditumbuhkan bumi, diri mereka (manusia), maupun apa-apa yang tidak mereka ketahui". (QS. Yaasin: 36).


Jika seorang ingin mendapat pasangan yang shalih atau shalihah, maka dia harus mengondisikan diri untuk menjadi pribadi yang shalih atau shalihat. Sebab Allah swt tidak mungkin menzhalimi hamba-hamba-Nya.

 

Dia Maha Adil, dan hanya mempertemukan jodoh dengan kualitas yang sesuai dengan kualitas ketaqwaan pasangannya pada waktu itu. Pasangan kita adalah cermin diri kita sendiri. Bagaimana kondisi keshalihan atau keshalihatan pasangan kita, begitulah kondisi kita ketika mendapatkannya.

 

Disamping itu, Allah lah yang berkehendak apakah seseorang itu akan diberi keturunan atau tidak. Sehingga, rumah tangga tidak perlu goyah hanya lantaran suara tangisan bayi belum juga kunjung terdengar.

 

Dia pula yang menentukan apakah rumah tangga itu dikaruniai keturunan berupa anak laki-laki atau anak perempuan. Semua sama dimata Allah. Tidak ada hak bagi anggota rumah tangga itu untuk kecewa.


"Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahi kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang Dia kehendaki), dan Dia menjadikan mandul siapa saja yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa" (QS. Asy-Syura [42]: 49-50).


Kedua, adalah taqwa yang berkait dengan aspek uluhiyyah. Bahwa ketenteraman batin dan kasih sayang yang hakiki yang dirasakan seseorang di dalam pernikahan merupakan kepuasan psikologis yang tidak mungkin didapatkan diluar pernikahan.

 

Ikatan cinta kasih antara suami-isteri, akan sangat berbeda dengan ikatan cinta antara teman. Ikatan ini mengandung rahasia yang hanya Allah sajalah yang mengetahuinya. Allah SWT adalah Sang Penyatu hati. Maka kepada-Nyalah kita memohon dipadukan hati, dan memohon mawaddah dan rahmah-Nya.


Sedangkan di dalam surat Al-Ahzab ayat 70-71, terkandung pesan agar selalu menjaga perkataan dan sikap atau perilaku yang benar dalam berumah tangga. Inilah resep membangun rumah tangga samara yang dibingkai oleh nilai-nilai taqwa.

 

 


allaboutandrie wrote on Feb 12
Mkasi artikel-nya.. Sangat berguna neh untuk pasangan pengantin baru ^__^
waqur wrote on Feb 12
ijin saya tayangkan di Portalnya Keluarga Bahagia yahh...^_^
jazakallah....
pangerans wrote on Feb 12
Mkasi artikel-nya.. Sangat berguna neh untuk pasangan pengantin baru ^__^
Ohhhh...penganten barus yah mas andrie....
pangerans wrote on Feb 12
waqur said
ijin saya tayangkan di Portalnya Keluarga Bahagia yahh...^_^
jazakallah....
hehehehe.....
allaboutandrie wrote on Feb 12
Ohhhh...penganten barus yah mas andrie....
Aduch.. nama saya memang andri tapi saya perempuan bukan laki-laki, jgn panggil mas yah... ^__^ hihi.. dimaafkan kok :)
pangerans wrote on Feb 12
Aduch.. nama saya memang andri tapi saya perempuan bukan laki-laki, jgn panggil mas yah... ^__^ hihi.. dimaafkan kok :)
xixixxii....maaf lagi deh...abis semua kawan saya bernama andrie laki...jadi maaf lagih nihhh
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.