Membangun sebuah keharmonisan dalam rumah tangga bukanlah hal yang mudah, karena pernikahan merupakan penyatuan dua pribadi yang berasal dari latar belakang yang berbeda, baik itu kultur sosial, budaya, ekonomi serta lingkungan keluarga.

 

Ada kultur keluarga Betawi, Sunda, Jawa, Padang, dan lainnya. Karenanya, seringkali terdengar meskipun pernikahan sudah dijalani selama bertahun-tahun, masih saja terkendala dengan hambatan dalam membangun kehamonisan rumah tangga.

 

Memang, banyak penyebab yang menjadi pemicu pertengkaran dengan pasangan (suami-istri), mulai dari masalah keuangan, kebiasaan hidup serta masalah komunikasi suami-istri yang sering menemui jalan buntu.

 

Kebuntuan komunikasi dari suami-istri memang sering menjadi penyebab sulitnya pasangan untuk dapat saling mengenali dan memahami satu sama lainnya. Meskipun setiap individu memiliki perbedaan, namun sebenarnya tetap bisa diselaraskan dengan baik sepanjang ada kemauan untuk melakukan keterbukaan antara suami-istri.

 

Untuk memecahkan kebuntuan komunikasi dengan pasangan (suami-isteri), sebaiknya  suami-istri berusaha untuk berlatih mengungkapkan segala perasaan, keinginan, dan ketidaknyamanan pada pasangan.

 

Bila masih ragu, takut, nggak enakan, maka cobalah untuk menulis surat dulu sebagai surat cinta. Namun, pasangan (suami-istri) juga perlu berlatih untuk dapat menjadi pendengar yang baik dan tetap diam, penuh perhatian dan hindari berbantahan ketika saling mengungkapkan perasaan masing-masing.

 

Namun yang perlu diperhatikan saat ingin membuka komunikasi dengan pasangan (suami-isteri), lakukan saat kondisi yang tepat. Misalnya, ketika sedang mesra atau akur dengan pasangan. Dan coba hindari membuka komunikasi saat kondisi tengah lelah, lapar, mengantuk atau ketika sedang sedih dan gundah gulana.

 

Bila pola komunikasi pasangan sudah terbangun dengan baik, maka akan lebih mudah bagi masing-masing pasangan untuk dapat saling memahami. Seharusnya, setelah menikah tidak ada lagi, pasangan (suami-istri) yang saling menonjolkan “ego” nya masing-masing.

 

Karena setelah berumah tangga, hubungan suami isteri bukanlah hubungan antara “aku” dan “kamu” lagi, akan tetapi hubungan kami. Karenanya, dalam memutuskan apapun dari pasangan kita menjadi sangat penting, karena suami-isteri adalah satu kesatuan yang utuh.

 

Jadikan pasangan kita sebagai partner sekaligus sahabat yang hubungannya berlandaskan rasa cinta dan kasih sayang. Rasa cinta itu sendiri harus senantiasa dipelihara dan dipupuk agar tumbuh, berkembang dan kokoh saat beragam masalah kehidupan datang menerpa.

 

Lihat, ingat dan cari sebanyak mungkin kebaikan-kebaikan pasangan kita. Lalu cari, ingat dan sadari juga kekurangan-kekurangan diri sendiri. Mungkin terdengar klise dan sepele.

 

Akhirnya, setiap hati adalah milik Allah, maka untuk mengetuk hati dekatilah Sang pemilik hati. Mintalah pada Allah dengan memperbanyak ibadah dan doa agar hati ini selalu berpadu dalam cinta kepada-Nya. Wallahu'alam

 

 


yayansuyanto wrote on Feb 11
TErima kasih untuk share tulisannya..
pangerans wrote on Feb 12
TErima kasih untuk share tulisannya..
iyah kang yayan..makasih juga udah nge-add...
martiut wrote on Feb 12
maknanya dlm bangets....
pangerans wrote on Feb 12
martiut said
maknanya dlm bangets....
hehehe...jadi enak....yah salah satu perjalanan hidup berumah tanggaku...
wahyuannisha wrote on Feb 12
Kalo yg belum nikah gimana pak utk mempraktekkan diatas? pan susah :D
pangerans wrote on Feb 12
Kalo yg belum nikah gimana pak utk mempraktekkan diatas? pan susah :D
gampang kok..yah nikah dulu donk...xixixixi....emangnya belum yah....
waqur wrote on Feb 12
makasih ya kang...
bener2 bermanfaat...
boleh kan saya share di RumahkuSurgakudotCom?? ^_^
pangerans wrote on Feb 12
waqur said
makasih ya kang...
bener2 bermanfaat...
boleh kan saya share di RumahkuSurgakudotCom?? ^_^
hehehehe...lagihhhh....
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.