Sahabat...diawal pernikahan bisa jadi merupakan masa paling indah dalam kehidupan rumah tangga serta cinta masih menggebu-gebu menjalankan segala hal dalam rumah tangga.
Namun, seiring dengan bertambahnya waktu, cinta dan gairah mulai meredup, walaupun hubungan masih bisa harmonis. Kata-kata “cinta” mulai jarang terdengar, kesibukan mengurus keluarga serta masalah finansial yang sepertinya tak pernah selesai ikut nimbrung mewarnai tahun-tahun pernikahan yang dijalani.
Tak sedikit pasangan suami-istri yang mulai malas berkomunikasi dan lainnya. Getar cinta pada pasangan suami-istri walaupun sudah menikah lama tetap harus terus dikembangkan. Jika cinta suami-istri mulai meredup, jangan tunda lama-lama untuk mencari pemecahannya dan komunikasikan dengan pasangan.
Namun, banyak juga diantara pasangan suami-istri, bahwa pernikahan adalah suatu proses. Untuk mendapatkan hasil yang sempurna tidak bisa dilakukan secara instan.
Di awal pernikahan ada proses pengenalan, saling mengerti kebiasaan pasangan yang berbeda, lalu masa pencarian warna cinta antara pasangan. Dan ini adalah masa di mana semuanya berorientasi pada "kita", bukan "saya".
Seterusnya merupakan proses sunyi senyap, dan ini masa sudah ketemu jalannya, masa ini biasanya perkawinan adem ayem. Namun, bukan berarti pada proses sunyi senyap itu semuanya sudah baik-baik saja.
Dalam pernikahan, penyesuaian tidak akan ada habisnya, karena manusia adalah mahluk yang terus berubah. Karenanya, kedua pihak (suami-istri) harus terus beradaptasi untuk mengenal dan peka pada kebutuhan pasangannya.
Setiap kita (suami-istri) harus terus berusaha saling menghormati satu sama lain dan selalu mengingat komitmen saat menikah dahulu agar keharmonisan rumah tangganya tetap terjaga.
Untuk menjaga agar hubungan cinta suami-istri tetap hangat dan membara, ada banyak hal yang bisa dilakukan. Misalnya dengan meluangkan waktu untuk berlibur hanya berdua saja atau bersama anak-anak. Selain itu merawat diri agar tetap tampil cantik dan awet muda bagi pasangannya. Wallahu'alam