Cecep Yusuf Pramana
Sudah kita ketahui bersama bahwa masyarakat kampus merupakan gudang intelektual dan sumber calon-calon pemimpin bangsa di masa depan, oleh karena itu sudah sewajarnya bila da’wah di kalangan kampus, kita berikan perhatian yang khusus.
Bila calon-calon pemimpin bangsa ini baik dan memahami Islam dengan baik, maka Insya Allah ummat ini akan menjadi baik, begitu pula sebaliknya. Allah SWT telah memberikan pujian kepada orang-orang yang bergiat di medan da’wah antara lain :
“Dan siapakah orang yang paling baik perkataannya selain orang yang mengajak kepada jalan Allah dan Kepada Amal Shalih. ( QS. 41;33 )”.
“Bekerjalah kamu niscaya Allah akan melihat hasil kerjamu, begitu pula Rasulullah dan orang-orang yang beriman. ( QS. 9;105 )”.
Oleh karena itu untuk menyemarakan nilai-nilai Islam di kampus, ada beberapa langkah yang harus diperhatikan.
Melihat dan Mengukur Kemampuan SDM Pelaku Dakwah Kampus
Pelaku da’wah dikampus biasanya adalah Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Oleh karena itu UKM merupakan ujung tombak keberhasilan da’wah di kampus, dan berhasil tidaknya da’wah tergantung dari :
a. Kemampuan berda’wah dikalangan dosen, karyawan
b. Kemampuan berda’wah dikalangan mahasiswa
c. Kemampuan ilmiah para pengurus dan simpatisan
d. Kemampuan pendekatan/loby kepada para pejabat-pejabata kampus yang berwenang
e. Kemampuan pendekatan personal pribadi (da’wah fardiyah) kepada seluruh komponen civitas akademis
Memanfaatkan Kegiatan-Kegiatan Kampus Sebagai Sarana Untuk Memperkenalkan dan Menyemarakkan Nilai-Nilai Islam
Kegiatan-kegiatan di kampus yang dapat kita gunakan untuk da’wah antara lain:
1. Diskusi ilmiah mengenai hal-hal yang aktual misal : masalah penyakit AIDS, pergaulan bebas, ABG.
2. Kerjasama dengan organisasi lain dalam rangka kegiatan diskusi-diskusi ilmiah, misalnya; dengan IDI (ikatan dokter indonesia), Yayasan AIDS Indonesia. PMI mengenai masalah-masalah kesehatan atau masalah lain yang aktual.
3. Mengundang tokoh-tokoh yang sedang populer di masyarakat.
4. Peringatan Hari-hari Besar Islam.
5. Pentas Seni Islam
6. Bazaar Buku
7. Kegiatan sosial seperti penyuluhan kesehatan, bakti sosial, dll
Rekruiting SDM Sebagai Calon Pengurus dan Pendukung Dakwah Kampus
Rekruiting SDM sangat penting untuk menjaga kelangsungan da’wah. Rekruiting bisa dilakukan terhadap para aktifis organisasi maupun para mahasiswa lainnya, sehingga nilai-nilai Islam memasyarakat di lingkungan kampus.
Mengingat pentingnya rekruiting dalam da’wah, maka hal ini harus sudah dimulai sejak masa penerimaan mahasiswa baru. Sedapat mungkin usahakan, kita mengadakan pendekatan dengan mereka dari sejak pendaftaran penerimaan.
Misalnya setelah acara penataran P-4, usahakan adanya acara pengenalan kegiatan UKM untuk mahasiswa baru. Acara-acara lain yang mendukung untuk rekruiting antara lain :
1. Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK).
2. Pelatihan Da’wah Fardiah.
3. Latihan Membaca Al-Qur’an (metode Iqro’).
4. Mengaktifkan Kelompok-kelompok Studi Ilmiah.
Berusaha Mewarnai Organisasi-Organisasi di Lingkungan Kampus Dengan Nilai-Nilai Islam
Perlu kita perhatikan disini, janganlah kita membedakan para anggota UKM, antara yang aktif di UKM sendiri atau yang aktif di organisasi lainnya di lingkungan kampus. Kedua kelompok tersebut pada intinya adalah aktifis da’wah kampus, yang menjalankan program yang telah ditetapkan oleh UKM.
Agar program da’wah dilingkungan organisasi lain tersebut dapat berhasil maka harus diperhatikan bahwa para aktivis da’wah harus mempunyai sifat luwes, fleksibel serta dinamis baik dalam sikap, argumen maupun penampilan (dengan catatan tidak terpengaruh dengan perilaku orang-orang disekitarnya).
Pendalaman kiat-kiat da’wah untuk para aktivis UKM dapat dilakukan dengan :
1. Pelatihan Manajemen da’wah, organisasi dan jurnalistik
2. Pelatihan Retorika da’wah
3. Pelatihan Komunikasi da’wah
4. Pelatihan Psikologi da’wah
5. Pelatihan Mentoring Da’wah/kaderisasi secara berkala (harus melihat faktor intern dan ekstern dari pelaku da’wah)
Menjaga Kesinambungan Dakwah Kampus
Banyak orang mengatakan bahwa memelihara lebih sulit daripada membangun. Begitu pula di dalam da’wah, memelihara kesinambungannya juga harus memerlukan pemikiran dan perencanaan yang mendalam.
Untuk itu berhasil tidaknya kesinambungan da’wah kampus tergantung dari:
1. Koordinasi yang baik antar pengurus dengan alumni.
2. Kaderisasi yang terprogram secara baik, dll.
3. Mempuyai sistem serta metode kaderisasi secara berkala dan bertahap sesuai dengan kebutuhan peserta/obyek da’wah.