Blog EntryCurhat Rumah Tangga : Istriku...oh...Bidadariku Aug 23, '06 5:21 AM
for everyone

Kawanku…

Ternyata problem rumah tangga begitu penuh liku-liku kehidupan. Disatu sisi menyenangkan disatu sisi yang lain menjadi tidak menyenangkan dan tinggal bagaimana kita menyikapi permasalahan tersebut.

 

Begitu juga dengan teman saya (sebut saja namanya Fulan) bercerita kepada saya melalui e-mail pribadi (mungkin curhat kali yah?) tentang istrinya yang ‘maaf’ sudah 'tidak menyenangkan lagi'. Sering cemberut, marah-marah, lambat bekerja, tidak memelihara barang kesukaan suami (foto, piagam, tulisan, dsb), tidak pintar mendidik anak, tidak mengurus diri sendiri (tidak bersolek untuk suami), dsb-dll-dst.... banyak sekali dan bisa penuh kalau mau ditulis semua.

 

Saya mencoba menjadi teman yang baik dan mendengarkan dengan empatik; mencoba merasa seakan-akan saya adalah dia dalam kegalauan dan kesebalannya menghadapi isterinya.

 

Setelah ia selesai mengungkapkan hampir semua kekesalan hatinya dalam e-mail pribadi, saya mencoba memberi jalan keluar, tentu saja dengan sangat hati-hati takut memberi efek samping yang tidak diharapkan atau menyinggungnya atau bahkan hal inipun bisa terjadi dan mungkin terjadi dalam keluarga saya.

 

Dan saya pun berdo’a dalam diri agar Yang Maha Pembolak-balik Hati Allah SWT, tidak memberikan musibah, ujian dan mihnah melebihi kesanggupan yang saya tidak bisa menanggungnya. Insya Allah

 

Saya bilang, dia bisa memikirkan tiga pertimbangan:

 

1.      Mungkin kegalauannya (dalam hal ini teman saya) hanya sesaat.

Barangkali dengan ‘berpisah beberapa saat dengan memikirkan kebaikan dan keburukan yang akan terjadi (bukan cerai yah)’ ia akan bisa berfikir jernih dan kembali merindukan istrinya. Saya juga pernah marah (marah kecil, tapi tidak sampai kehilangan kontrol) karena beberapa 'kekurangan' istriku, tetapi ketika aku berfikir bahwa jika tidak ada istriku maka keadaan saya lebih buruk lagi, saya menjadi tenang dan kemarahanku berangsur hilang.

 

Siapa tahu ia memerlukan beberapa hari ‘berpisah’ (bukan berpisah yang negatif) dengan istri dan anak-anaknya agar merasa kangen (kangen dengan rengekan/tangis anak-anak, kangen dengan sambutan istri di depan pintu, kangen dengan omelan sebal istri.... Kangen dengan banyak hal yang kadang aneh dan tidak logis-lah untuk dipikirkan !)

 

Dan jika dipikir lebih mendalam lagi, mungkin isteri isteri kita lebih banyak kebaikannya daripada kita. Toh sahabat Umar Bin Khattab saja lebih memilih dimarahi isterinya daripada membicarakan kekurangan isterinya…

 

2.      Nabi saw menyuruh kita melihat 'sisi lain' (mungkin istilahnya: out of the box and loop).

Seorang wanita mungkin memiliki banyak kekurangan di satu sisi, tetapi ia pasti memiliki juga lebih banyak kelebihan di sisi yang lain. Dengan kearifan, kita bisa melihat masalah secara lebih adil sehingga tidak menjatuhkan keputusan yang nantinya disesali.

 

Secara berkelakar (dengan bahasa komunikasi guyonan) saya bertanya: kalau tidak ada yang menarik, mana mungkin kamu dulu memilihnya menjadi istri? (iya..yah, kenapa dahulu dipilih…ha..ha…ujarku sambil menampilkan senyumku yang tidak terlihat oleh temanku itu) karena ini dunia maya.

 

Tanpa sengaja rupanya pertanyaanku memberinya pintu masalah tambahan yang bertambah juga masalah yang harus aku coba pecahkan: 'dulu saya tidak memilihnya. saya hanya minta tolong pembina saya, kemudian saya tsiqah (baca; percaya) saja menerimanya....' ujarnya lagi kepadaku dalam kesempatan e-mail yang lain.

 

Saya pun berfikir keras sesaat, kemudian mencoba mengajukan pola solusi ketiga:

 

3.      Apa sih visi dan misi kita menikah?

Ia telah menikah dengan awalan yang sangat baik: memilih semata karena agama. Tidak ada pertimbangan wajah, harta atau keturunan. Jadi mengapa tidak mempertahankan keluarga dengan visi-misi awal tersebut: lillaahi ta'ala? Ujarku dalam e-mail balasan kepadanya

 

Sesungguhnya semua kesabaran itu ada pahalanya yang sangat besar. Siapa tahu pahala yang membuat kita masuk surga adalah pahala sabar menggauli istri yang tidak kita cintai! Atau isteri yang ternyata tidak kita sukai. Lihatlah QS. 4: 19 sbb: “ …Dan Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka (istri-istri kalian), (maka bersabarlah) karena kamu mungkin tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya (istrimu) kebaikan yang banyak.”

 

Lihatlah mudharat berpisah (thalaq): anak-anak yang terlantar, saling ghibah untuk membela diri (bukan aku yang salah; dialah yang membuat kami berpisah), belum lagi kalau sampai muncul benih dendam, hasad dsb... na'udzubillaahi min dzaalika. Belum lagi kalau menghitung biaya pemeliharaan anak yang tetap harus ditanggung ayah (meskipun ayah-ibu sudah bercerai). Bisakah ia berlaku adil dalam memberi nafkah anak-anaknya?

 

Kami berdua berbicara lebih banyak lagi (tentunya via e-mail pribadi, karena kalau lewat HP habis…lah pulsa nyah..!, dan alhamdulillah beliau akhirnya memutuskan untuk mencoba kembali mencintai istrinya. Ia pun permisi dengan mengucapkan terima kasih dan hamdalah.

 

Saya berfikir bahwa percakapan kami adalah dua arah (walaupun dengan menggunakan dunia maya), sehingga saya juga harus berterima kasih kepadanya. Ia mungkin mendapat manfaat dari pembicaraan tersebut (saya doakan ia mendapatkannya), tetapi mungkin juga tidak; Wallaahu a'lam.

 

Sedangkan saya, jelas sekali setelah percakapan tersebut saya mendapat manfaat yang sangat besar: bertambahnya cinta kepada istri dan anak-anakku (he...he..he..Ngaku..!!!) Seakan ia datang untuk memberitahuku bahwa Allah mengingatkan betapa banyak nikmat-NYA yang bisa saya gali darinya (maksudnya isteri saya……eh…ngomong-ngomong isteriku namanya Tarwiyah/Mba Awi/Ummu Faris dan anak-anakku bernama Faris Kasyfi ‘Aziz dan sudah duduk di kelas 5 sekolah dasar/MIN 15 Bintaro dan Muhammad Ammar Azmi juga sudah sekolah kelas 2 MI). Dan yang ketiga Alifah Hurun Ain, baru berumur 3 tahun. Terima kasih Isteriku, karena telah menjaga harta, rumah dan anak-anakku. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan-kebaikan dan kemudahan menuju jalan-Nya.

 

Jazaakallaahu akhi. Semoga Allah berikan jalan kemudahan buat antum dan keluarga. amien

 

Saya mengirim cerita pribadi ini sebagai syukur atas tercapainya sebuah solusi; siapa tahu ikhwah lain ada yang bisa mengambil manfaat. Afwan kalau ada yang tersungging/merasa email ini terlalu menggurui…de..el..el..de..el...el

 

Inti pesan ini adalah: cintailah istri Anda....bagi yang sudah punya isteri, Bagi yang belum……terserah anda…!!! Ayo donk buruan, pinanglah akhwat (baca; wanita muslimah) bidadari yang bermata jeli (ha..ha..ha..jangan tersungging yah dengan bahasa komunikasi saya). untuk yang wanita...buruan donk pinang juga bidadara yang shaleh...hehehehehe

 

 

 

Bintaro, Juli

 

 

Tjetjep Joesoef Pramana Soekmaprana Hadiredja itulah nama panjangku saat lahir dan tercantum di akta lahir, kini setelah EYD (1972) namanya cukup disingkat Cecep Yusuf Pramana, kini bekerja di lembaga kemanusiaan nasional PKPU

 

 


43 CommentsChronological   Reverse   Threaded
pinkq wrote on Aug 23, '06
thanks for sharing mas :)
pangerans wrote on Aug 23, '06
pinkq said
thanks for sharing mas :)
sama-sama yah mba
neraandianti wrote on Aug 23, '06
bersyukur donk... para istri jika punya suami yang segitu.... ehem...
amaliadewi wrote on Aug 23, '06
Semoga teman yang curhat itu sudah lebih baik suasana rumah tangganya. Tfs ya mas. Refleksi juga untuk saya. Salam untuk mbak Awi.
theovilla wrote on Aug 23, '06
jadi inget postingan yang dulu : cerpen sandal jepit istriku......
pangerans wrote on Aug 23, '06
bersyukur donk... para istri jika punya suami yang segitu.... ehem...
iyah..yah..mba. makasih udah sharing
pangerans wrote on Aug 23, '06
Semoga teman yang curhat itu sudah lebih baik suasana rumah tangganya. Tfs ya mas. Refleksi juga untuk saya. Salam untuk mbak Awi.
insya Allah sekarang sudah agak membaik. salam juga, makasih yah
pangerans wrote on Aug 23, '06
Semoga teman yang curhat itu sudah lebih baik suasana rumah tangganya. Tfs ya mas. Refleksi juga untuk saya. Salam untuk mbak Awi.
insya Allah sekarang sudah agak membaik. salam juga, makasih yah
pangerans wrote on Aug 23, '06
jadi inget postingan yang dulu : cerpen sandal jepit istriku......
betul mba theo
misky wrote on Aug 23, '06
Saya ada curhatan dari pihak bapak2 juga, kalau kasusnya begini gimana pak solusinya:

Ada istri yang penghasilannya di atas suaminya dan merasa kecewa dengan kondisi suami yang dianggap tidak bisa memimpin rumah tangganya. Lalu sang istri bertahun-tahun tidak lagi menyapa suaminya dan tentu saja tidak lagi "melayani" sang suami, meskipun mereka masih tetap serumah. Sang istri kemudian menjadi berubah(termasuk melepas jilbab dan tidak lagi menghargai suami). Dalam kondisi demikian suami bisa sabar bertahun-tahun sampai akhrinya merasa batas kesabarannya sudah habis, sehingga memutuskan bercerai. Pertimbangannya, karena suami juga tidak ingin membiarkan kondisi istri yang "durhaka" ini berlarut-larut, karena segala macam cara untuk diajak bicara baik2 telah kandas, bahkan ketika melalui pihak ketiga dan keluarga besar sekalipun. Namun, ketika memutuskan berceraipun suami ternyata pikir-pikir lagi, karena teringat kondisi anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Jadi bagaimana sebaiknya? Apakah dalam hal ini memang ahrus bercerai? Karena kondisi ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahunan.

Mohon bantuan jawaban ya pak, kebetulan saya juga salah satu saksi dari anak-anak yang punya keluarga broken home, dan itu benar-benar menyedihkan, ingin menyarankan untuk bertahan tapi kok ya kasihan juga, hmmm...
misky wrote on Aug 23, '06
btw bapak punya email gak? atau id YM lebih bagus lagi, pengen konsul online kalau boleh ... Jazakallaah khoiran katsir sebelumnya ..
pangerans wrote on Aug 23, '06
misky said
Saya ada curhatan dari pihak bapak2 juga, kalau kasusnya begini gimana pak solusinya:

Ada istri yang penghasilannya di atas suaminya dan merasa kecewa dengan kondisi suami yang dianggap tidak bisa memimpin rumah tangganya. Lalu sang istri bertahun-tahun tidak lagi menyapa suaminya dan tentu saja tidak lagi "melayani" sang suami, meskipun mereka masih tetap serumah. Sang istri kemudian menjadi berubah(termasuk melepas jilbab dan tidak lagi menghargai suami). Dalam kondisi demikian suami bisa sabar bertahun-tahun sampai akhrinya merasa batas kesabarannya sudah habis, sehingga memutuskan bercerai. Pertimbangannya, karena suami juga tidak ingin membiarkan kondisi istri yang "durhaka" ini berlarut-larut, karena segala macam cara untuk diajak bicara baik2 telah kandas, bahkan ketika melalui pihak ketiga dan keluarga besar sekalipun. Namun, ketika memutuskan berceraipun suami ternyata pikir-pikir lagi, karena teringat kondisi anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Jadi bagaimana sebaiknya? Apakah dalam hal ini memang ahrus bercerai? Karena kondisi ini sudah berlangsung lebih dari 5 tahunan.

Mohon bantuan jawaban ya pak, kebetulan saya juga salah satu saksi dari anak-anak yang punya keluarga broken home, dan itu benar-benar menyedihkan, ingin menyarankan untuk bertahan tapi kok ya kasihan juga, hmmm...
wah sama yah..kasusnya seperti yang sedang dialami salah seorang teman..yang kini sama persis ceritanya. Intinya mereka pun sudah tidak ada lagih keharmonisan...yang pada akhirnya sama-sama ke jalan yang tidak mengenakkan untuk anak-anaknya..yaitu Cerai...mba. padahal mereka sudah membina keluarga selama 14 tahun lebih....

kasusnya sama seperti yang diceritakan disini....maaf jika kurang dalam penyampaian infonya
pangerans wrote on Aug 23, '06
misky said
btw bapak punya email gak? atau id YM lebih bagus lagi, pengen konsul online kalau boleh ... Jazakallaah khoiran katsir sebelumnya ..
coba cek di MP saya deh...atau my contacts
misky wrote on Aug 23, '06
boleh add YM pak? udah diadd sih, tapi lom bapak approve :(

gi ol ga pak?
ical792004 wrote on Aug 23, '06
wah pertanyaan saya sama neh...alamat email nya Pak Ustadz...mau konsul OL, tp gratisan kan..?

Jazakallaah khoiran katsiro...

arvenda wrote on Aug 23, '06
wah.. makasih Pak sharringnya :)
pangerans wrote on Aug 23, '06
alamat email saya: cepypram@yahoo.com
pangerans wrote on Aug 23, '06
wah pertanyaan saya sama neh...alamat email nya Pak Ustadz...mau konsul OL, tp gratisan kan..?

Jazakallaah khoiran katsiro...

wah..jadi nggak enak nih....takut jawabannya malah nambah runyam suasana nantinya nih...silahkan
pangerans wrote on Aug 23, '06
misky said
boleh add YM pak? udah diadd sih, tapi lom bapak approve :(

gi ol ga pak?
gak...ol....silahkan kirim ke email ajah. cepypram@yahoo.com.....mudah-mudahan saya bisa jawab...kalau nggak jangan marah yah
pangerans wrote on Aug 23, '06
arvenda said
wah.. makasih Pak sharringnya :)
sama-sama udah baca
putilenggogeni wrote on Aug 23, '06
Gimana kalo ikhwah-ikhwahnya ga berani, pak ustadz ?:D :D :D
pangerans wrote on Aug 23, '06
Gimana kalo ikhwah-ikhwahnya ga berani, pak ustadz ?:D :D :D
heheheheheheheehehe...saya gak bisa jawab nih...ada yang mau jawab dari yang pria nyah..mas
patrialdi wrote on Aug 23, '06
kang saya pernah denger dari seorang temen yg sedang curhat ttg suaminya, jawabnya hanya satu " cobalah kamu pikirkan 10 aja kebaikan ttg suamimu", sejak itu dia bersyukur mempunyai suami spt itu artinya semua kekurangannya ternyata masih tertutup dgn cintanya...
desimulyani wrote on Aug 23, '06
ust. kalau 'pembina' saya bilang......"Dulu kan ketika menikah, karena dakwah dan percaya sama pembina, sekarang boleh dong karena cinta ?" .......Gedubrak deh.......

Cerita ust. di atas, fenomena yang sering terjadi.....xixixixi.....plus pengalaman sendiri. memang gak mudah menyelaraskan 2 pribadi yang berbeda, terkadang bertolak belakang. semoga allah membantu kita dalam mengarungi biduk rumah tangga. amiiin
pangerans wrote on Aug 23, '06
kang saya pernah denger dari seorang temen yg sedang curhat ttg suaminya, jawabnya hanya satu " cobalah kamu pikirkan 10 aja kebaikan ttg suamimu", sejak itu dia bersyukur mempunyai suami spt itu artinya semua kekurangannya ternyata masih tertutup dgn cintanya...
memang ada yang seperti itu..tapi ada juga yang akhirnya jalan terakhir. mudah-mudahan sih bisa dicoba yang cerita ini
pangerans wrote on Aug 23, '06
ust. kalau 'pembina' saya bilang......"Dulu kan ketika menikah, karena dakwah dan percaya sama pembina, sekarang boleh dong karena cinta ?" .......Gedubrak deh.......

Cerita ust. di atas, fenomena yang sering terjadi.....xixixixi.....plus pengalaman sendiri. memang gak mudah menyelaraskan 2 pribadi yang berbeda, terkadang bertolak belakang. semoga allah membantu kita dalam mengarungi biduk rumah tangga. amiiin
betul sekali mba desi. saya saja ketemu istri (dikasih biodata) hingga menikah hanya 20-21 hari saja....hehehehehehehe...sampe sekarang deh, udeh 10 tahun. alhamdulillah ka gusti Allah, saya bersyukur
mbakje wrote on Aug 23, '06
jazakallah sharingnya. jadi tambahan bekal buat berumah tangga nanti. doakan ya ustadz..
pangerans wrote on Aug 23, '06
mbakje said
jazakallah sharingnya. jadi tambahan bekal buat berumah tangga nanti. doakan ya ustadz..
amiennnnn..mba, semoga berkah yah
povopivi wrote on Aug 23, '06
"untuk yang wanita...buruan donk pinang juga bidadara yang shaleh...hehehehehe"
maunyaaa sih buruan pak..... bidadaranya yang blum ditunjukin ama Alloh....hehe...
pangerans wrote on Aug 24, '06
"untuk yang wanita...buruan donk pinang juga bidadara yang shaleh...hehehehehe"
maunyaaa sih buruan pak..... bidadaranya yang blum ditunjukin ama Alloh....hehe...
hehehehehehehe..jadi belum juga yah....waduh..
sinthionk wrote on Aug 24, '06
"untuk yang wanita...buruan donk pinang juga bidadara yang shaleh...hehehehehe"
maunyaaa sih buruan pak..... bidadaranya yang blum ditunjukin ama Alloh....hehe...
Iya sama....hehehe...
restudessy wrote on Oct 9, '06
istrinya yang ‘maaf’ sudah 'tidak menyenangkan lagi'. Sering cemberut, marah-marah, lambat bekerja, tidak memelihara barang kesukaan suami (foto, piagam, tulisan, dsb), tidak pintar mendidik anak, tidak mengurus diri sendiri (tidak bersolek untuk suami), dsb-dll
Makasih udah sharing Stadz... bisa buat bekel kalo saya nikah nanti. ^_^
pangerans wrote on Oct 9, '06
amiennn
forumpksuk wrote on Nov 5, '06
cocok jadi konsultan rumah tangga, semoga sukses juga berumah tangga
pangerans wrote on Nov 6, '06
cocok jadi konsultan rumah tangga, semoga sukses juga berumah tangga
amin...jazaakallah akhi...semoga juga untuk forumpksuk...di inggris sana
putrifadhil wrote on Apr 20, '07
assallamuallaikum wr wb..ustadz aku jadi betah nich mampir dirumahnya abis blognya bagus2 sich..bisa nambah pengalaman pula,lam kenal aja ya ustadz?hee...he,...
pangerans wrote on Apr 22, '07
assallamuallaikum wr wb..ustadz aku jadi betah nich mampir dirumahnya abis blognya bagus2 sich..bisa nambah pengalaman pula,lam kenal aja ya ustadz?hee...he,...
oh iyah makasih juga mba dilla
annarahadian wrote on Aug 22, '07
terimaksih atas tulisannya. Akhirnya kembali ke visi dan misi menikah ya............
pangerans wrote on Aug 22, '07
terimaksih atas tulisannya. Akhirnya kembali ke visi dan misi menikah ya............
iyahhh...betul sekali....
cahayahidayah wrote on Sep 7, '07
Ass. Ustadz cepy ana mau curhat nih tentang rumah tangga juga nich, tapi bukan rumah tangga ana. sedikit menggelitik hati sich tentang fenomena perselingkuhan di kalangan ikhwah ( walah bahasa ana nich provokatif banget ) tappi memang seperti itu adanya ustadz Cepy. Semiga Alloh melindungi kita dari Virus perselingkuhan di kalangan ikhwan dan akhwat
maulidah wrote on Nov 19, '07
saya sangat setuju dengan "patrialdi", ketika kita ada masalah cobalah ingat kebaikan2nya atau berfikirlah lebih baik memperbaiki yang ada daripada mencari yang baru, kalaupun betul semuanya yang di ceritakan sang suami saya rasa ada sebab akibat kenapa istri bisa berbuat seperti itu ? kalau menikah karena cinta dan karena Allah insya Allah dia tidak akan melakukan semua ketidakbaikan yang membuat sang suami tidak betah. Apa betul...nich....istrinya seburuk itu tanpa sebab???????.......
pangerans wrote on Nov 19, '07
Ass. Ustadz cepy ana mau curhat nih tentang rumah tangga juga nich, tapi bukan rumah tangga ana. sedikit menggelitik hati sich tentang fenomena perselingkuhan di kalangan ikhwah ( walah bahasa ana nich provokatif banget ) tappi memang seperti itu adanya ustadz Cepy. Semiga Alloh melindungi kita dari Virus perselingkuhan di kalangan ikhwan dan akhwat
xixixi...kalo rumah tangga entuh mah...mesti...ekstra....hahaha
pangerans wrote on Nov 19, '07
saya sangat setuju dengan "patrialdi", ketika kita ada masalah cobalah ingat kebaikan2nya atau berfikirlah lebih baik memperbaiki yang ada daripada mencari yang baru, kalaupun betul semuanya yang di ceritakan sang suami saya rasa ada sebab akibat kenapa istri bisa berbuat seperti itu ? kalau menikah karena cinta dan karena Allah insya Allah dia tidak akan melakukan semua ketidakbaikan yang membuat sang suami tidak betah. Apa betul...nich....istrinya seburuk itu tanpa sebab???????.......
yap...emang terkadang seperti itulah kehidupan berkeluarga....kadang ada gelombang pasang, kadang tidak ada gelombang sama sekali...dan hanya riak-riak kecil
Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help

Template design Copyright © 2005 Remi Prevost Some rights reserved.